Iklan

iklam
Showing posts with label Kencing manis. Show all posts
Showing posts with label Kencing manis. Show all posts

Monday, 13 May 2013

DM tipe II (DM tidak tergantung insulin/DMTTI) = non-insulin dependent DM = NIDDM)


DM tipe II (DM tidak tergantung insulin/DMTTI) = non-insulin dependent DM = NIDDM)

Kelompok diabetes Mellitus tipe II tidak tergantung insulin. Kebanyakan timbul pada penderita berusia diatas 40 tahun. Penderita DM tipe II inilah yang terbanyak di Indonesia. Data sementara menyebutkan, hampir 90% penderita diabetes diindonesia adalah penderita NIDDM dan umumnya disertai dengan kegemukan. Pengobatannya diutamakan dengan perencanaan menu makanan yang baik dan latihan jasmani secara teratur penyakit eratur. Pankreas relatif cukup menghasilkan insulin, tetapi insulin yang ada bekerja kurang sempurna karena adanya resistensi insulin akibat kegemukan. Penyakit DM tipe Iibiasanya dapat terkendali dengan menurunkan obesitas. Obat semacam oral hipeglikemik dan suntikan insulin kadang menjadi kebutuhan bagi penderita tipe ini.

Pada pasien NIDDM yang tidak menderita kegemukan, insulin yang dihasilkan memang kurang mencukupi untuk mempertahankan kadar glukosa darah dalam batas-batas normal. Untuk itu, selain memerlukan perencanaan makan dan latihan jasmani secara teratur, mereka juga membutuhkan obat hipoglikemik. Bagi penderita yang sudah kronis, penurunan kadar gula darah harus dibantu dengan injeksi insulin.

Secara medis dapat dikatakan diabetes mellitus tipe ini disebabkan oleh gangguan sekresi insulin yang progresif karena resistensi insulin. NIDDM diduga disebabkan oleh faktor genetis dan di picu oleh pola hidup yang tidak sehat, tetapi munculnya terlambat. Dengan pola hidup modern saat ini, prevalensi NIDDM semakin meningkat dengan penderita di bawah 40 tahun. Proses penuaan juga menjadi penyebab akibat penyusutan sel-sel beta yang progresif sehingga sekresi insulin semakin berkurang dan kepekaan reseptornya turut menurun. Penyebab lain diduga akibat infeksi virus sewaktu muda.

DM tipe II dibagi lagi menjadi dua :

1. penderita tidak gemuk (non-obese)

2. Penderita gemuk (obese)

Tuesday, 30 April 2013

Kencing Manis


Diabetes Millitus berasal dari bahasa latin, yang terdiri dari dua buah kata yaitu diabetes  yang artinya penerusan dan millitus yang artinya manis. sedangkan dalam bahasa indonesianya disebut kencing manis atau penyakit gula.
diabetes millitus ini sudah dikenal sejak lama lebih kurang dua ribu tahun yang lalu. pada waktu itu, dua ahli kesehatan Yunani yang bernama Celsus dan Areteus memberikan nama atau sebutan diabetes pada orang yang menderita banyak minum dan banyak kencing.  oleh karena itu hingga saat ini penderita banyak minum dan banyak kencing tersebut dikenal dengan istilah diabetes millitus.
diabetes militus, penyakit gula, ata penyakit kencing manis, diketahui sebagai penyakit yang disebabkan oleh adanya gangguan menahun terutama pada sistem metabolisme karbohidrat, lemak dan juga protein dalam tubuh. gangguan metabolisme tersebut disebabkan kurangnya produksi hormon insulin, yang diperlukan dalam proses pengubahan gula menjadi tenaga serta sintesis lemak.
kondisi yang demikian mengakibatkan terjadinya hiperglikemia, yaitu meningkatnya kadar gula dalam darah atau terdapatnya kandungan gula dalam air kencing dan zat-zat keton serta asam (keto-acidosis) yang berlebihan. keadaan zat-zat keton dan asam yang berlebihan menyebabkan terjadinya rasa haus yang terus menerus, banyak kencing, penurunan berat badan meskipun selera makan tetap baik, penurunan daya tahan tubuh (tubuh lemas dan mudah sakit).
perubahan cukup besar dalam bidang kedokteran, terjadi pada tahun 1921, yaitu setelah Dr. Frederick Banting dan Prof. Charles Best berhasil menemukan suatu zat yang disebut insulin. dengan bantuan penambahan insulin buatan, para penderita kencing manis dapat hidup dengan lebih baik dan dapat mencapai usia yang relatif normal. menurut data WHO tahun 1990 lebih kurang 2% dari penduduk dunia merupakan penderita penyakit kencing manis.