Iklan

iklam
Showing posts with label Penyebab. Show all posts
Showing posts with label Penyebab. Show all posts

Wednesday, 15 May 2013

Gejala Diabetes Mellitus

Gejala adalah hal-hal yang dirasakan dan dikeluhkan penderita, sedangkan tanda-tanda berarti keadaan yang dapat dilihat pada pemeriksaan badan.
  • Sering sekali buang air kecil dengan volume yang banyak (poliuria), yaitu lebih sering daripada biasanya, apalagi malam hari.kadar gula darah yang berlebihan akan dikeluarkan melalui urin. akibat tingginya kadar glukosa darah, penderita merasa ingin buang air terus dan dalam volume urin yang banyak.
  • Sering kali merasa haus dan ingin minum sebanyak-banyaknya (polidipsia).makin banyak urin yang dikeluarkan, tubuh makin kekurangan air. akibatnya, timbul rasa haus dan ingin minum trus.
  • Nafsu makan meningkat (polifagia) dan kurang tenaga. Kadar glukosa yang tidak masuk ke dalam sel, menyebabkan timbulnya rangsangan kedalam otak untuk mengirim pesan rasa lapar. akibatnya penderita semakin sering makan. kadar glukosa pun semakin tinggi, tetapi tidak seluruhnya dapat dimanfaatkan tubuh karena tidak bisa masuk ke sel tubuh.
  • Berat badan turun dan menjadi kurus.Gejala awalnya adalah berat badan menurun dalam waktu relatif singkat. selain itu, sering merasa lemas\h, lesu dan tidak bergairah. hal itu disebabkan glukosa yang merupakan sumber energi dan tenaga tubuh, tidak dapat masuk kedalam sel. oleh karen itu, sumber energi akan diambil dari cadangan lemak dan dari hati. jika dipakai terus-menerus cadangan energi dari lemak dan hati akan berkurang. akibatnya, badan semakin kurus.
  • Jumlah glukosa besar. Jumlah glukosa yang besar dalam urin dapat menyebabkan iritasi genital akibat infeksi jamur.
  • Lensa mata berubah. Bentuk lensa mata sedikit berubah dan mengaburkan penglihatan untuk sementara waktu.
  • Luka sulit sembuh. Jika terjadi luka pada penderita akan sangat sulit sekali untuk sembuh. hal ini berhubungan dengan sistem kekebalan pada tubuh penerita diabetes yang cenderung menurun.

Tuesday, 30 April 2013

Berjangkitnya Diabetes Mellitus

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kejangkitan diabetes mellitus di seluruh dunia sangat dipengaruhi oleh peradaban bangsa barat. umumnya orang yang melaukan gaya hidup tradisional lebih memiliki daya proteksi terhadap pengaruh buruk bangsa barat. akibatnya, kaum ini jarang terjangkit penyakit diabetes millitus jika dibandingkan dengan kaum urban yang gaya hidupnya seperti orang barat. di Indonesia sebelum perang dunia ke-II perhatian terhadap diabetes millitus belum begitu mendalam. baru tahun 1952, seseorang bernama Zuidem mengemukkakan kasus-kasus fibrosis pankreas dengan dibetes millitus yang disebabkan kekurangan gizi. diabetes millitus ditemukan pada penderita yang berbadan kurus dan berasal dari golongan sosial ekonomi lemah.
Penyelidikan berjangkitnya diabetes millitus baru dilakukan sekitar tahun 1976. penyelidikan ini melaporkan bahwa penduduk kota ternyata lebih banyak yang menderita diabetes millitus dari pada penduduk desa. penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa pria lebih sering terserang diabetes millitus dan sering diikuti dengan komplikasi seperti retinopati dan hipertensi.
Di Indonesia, diabetes millitus pada usia muda atau dibetes mellitus juvenil masih sangat jarang. diabetes mellitus juvenil adalah diabetes mellitus yang terjadi pada masa kanak-kanak. biasanya penderita diabetes mellitus ini seumur hidupnya tergantung pada injeksi insulin.
berdasarkan beberapa sumber penelitian dapat disimpulkan bahwa terjanggkitnya diabetes mellitus diakibatkan faktor keturunan. faktor ini keterlibatannya begitu nyata, tetapi peran faktor lingkungan juga perlu di perhatikan.
Dengan memperhatikan perubahan demografi dan perubahan komposisi umur dapat dikatakan bahwa kejangkitan diabetes mellitus cenderung akan merata pada semua golongan umur baik laki-laki ataupun wanita. kecenderungan tersebut pada akhirnya memunculkan berbagai komplikasi penyakit. adanya komplikasi penyakit akibat diabetes mellitus menjadi masalah baru bagi negara-negara berkembang seperti iIndonesia.
Dari berbagai sumber, dapat dikatakan bahwa hingga akhir abad kedua puluh, diabetes mellitus merupakan suatu masalah kesehatan terbesar bagi negara-negara berkembang.